Puisi Lengkung Pena
Secercah Bara `Azam
Oleh: Nabila Arifia Hanum
Tersalur dalam newron-newron benak ini
Terdorong dalam jiwa tuk merenovasi raut wajah para pemuda
Menegakkan keteguhan sukmanya
Merangkul serumpun aspirasinya
Tak kala tercapai, Pikir tak sampai
Mencoba bertahan namun tergoyahkan
Mencoba bersabar Malah terbengkalai
Pemuda sekarang berteka-teki pola pikirnya
Terombang-ambing samudra jiwanya
Bahkan terlantar visi misinya
Berkaitan dengan tanah airnya
Hitam putih karnanya jua
Negeri ini negeri warisan
Penuh lagenda yang mengitari kehidupan
Ketentraman, kedamaian, keamanan, kebebasan bahkan keimanan
Telah termaktub dalam lembaran perundang-undangan
Namun tak jua kau lajukan
Malah ter- abaikan penuh kekacauan
Seketika diarahkan
Kau bersorak menggempakan pikiran
Hingga nafsu tak sempat kau kekang
Ulasanmu seolah mampu beradu
Bilamana di adu, kau malah sibuk mengadu
Lantas kemanakah harapan kau asingkan?
Didahimu, bibirmu, fuadmu atau hanya sebatas slogan-slogan dibuku harianmu?
Yang kau selimuti dengan hamparan Individual?
Oh... dengarlah untaian `azam ini !
“Dekaplah apa yang layak kau dekap, Tanpa paksaan yang menimbulkan perselisihan
karena kau segala perubahan”.
Jember, 29 Maret 2019.
#Salamkata_Salamdunia
#Salampuisi_Salamhati

Komentar
Posting Komentar